"Seburuk-buruk makanan adalah makanan sebuah pesta, di mana orang-orang kaya diundang dan orang-orang miskin ditinggalkan." (HR. Bukhari)
.
.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id
"Seburuk-buruk makanan adalah makanan sebuah pesta, di mana orang-orang kaya diundang dan orang-orang miskin ditinggalkan." (HR. Bukhari)
.
.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id
Keutamaan Menjilat Piring Setelah Makan
Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr Bakr bin Khalaf dan Nashr bin Ali keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Al Mu'ali bin Rasyid Abu Al Yaman telah menceritakan kepadaku Nenekku dari seorang laki-laki penduduk Hudzail yang di sebut Nubaisyah Al Khair, ia berkata,
"Nubaisyah datang menemui kami ketika itu kami sedang makan di atas piring milik kami, maka dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kepada kami, beliau katakan: "Barangsiapa makan di atas piring kemudian ia menjilatinya, maka piring tersebut akan memintakan ampun untuknya."
HR. Ibnu Majah
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya bin Sa'id berkata, telah mengabarkan kepadaku kakekku dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa dia pernah membawakan sebuah kantung air terbuat dari kulit untuk wudlu' dan hajat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan dia mengikuti beliau dengan membawa kantung air tersebut, beliau bertanya: "Siapakah ini?". Ia menjawab; "Saya Abu Hurairah". Maka beliau berkata: "Carikanlah aku beberapa batu untuk aku gunakan sebagai alat bersuci dan jangan bawakan aku tulang dan kotoran hewan". Kemudian aku datang dengan membawa beberapa batu dengan menggunakan ujung bajuku dan meletakkannya di samping beliau. Kemudian aku pergi. Ketika beliau telah selesai, aku berjalan bersama beliau bertanya; "kenapa dengan tulang dan kotoran hewan?". Beliau menjawab: "Keduanya termasuk makanan jin. Dan sesungguhnya pernah datang kepadaku utusan jin dari Nashibin, dia adalah sebaik-baik jin, lalu mereka meminta kepadaku tentang bekal. Maka aku memohon kepada Allah untuk mereka agar mereka tidak melewati tulang dan kotoran hewan melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan".
HR. Bukhari
- Islam Nasehat
- Nasehat Islam
- @islam_nasehat
- @nasehatislampage
FUYUNGHAI AUTHENTIC CHINESE STYLE
.
.
Bahan-bahan
Saus
3 butir Telur Ayam
1 buah Tomat ukuran sedang
1/2 buah Wortel ukuran sedang
2 siung Bawang Putih
2 lembar Kol ukuran kecil
3 sdm Saus Tomat
5 siung Bawang merah
Air 5 sdm + 2 sdm
Daun bawang 6 batang uk kecil
1/2 sdt Maizena
50 gr Ayam Fillet
2 sdm Minyak Goreng
Garam 1 sdt atau secukupnya
1/2 sdt Lada
4 sdm Maizena
1 cangkir Minyak Goreng
.
Langkah
1. Goreng bawang merah hingga kuning lalu angkat sisihkan (lupa difoto), cincang halus bawang putih, wortel dipotong korek api, kol iris memanjang, fillet ayam dan tomat dipotong dadu kecil
.
2. kocok telur ayam didalam mangkuk besar. lalu campurkan wortel, kol, ayam, daun bawang, bawang merah goreng, garam dan lada
.
3. Masukkan 4 sdm makan tepung maizena lalu aduk rata adonan fuyunghai
.
4. Panaskan minyak diatas panci teflon dengan api sedang. Jika panci mulai mengeluarkan asap putih tandanya minyak sudah benar benar panas. baru tuangkan adonan fuyunghai. Minyak yang digunakan harus banyak agar bagian atas fuyunghai tergoreng merata
.
5. Intip bagian bawah fuyunghai jika sudah kecoklatan saatnya membalik adonan agar tidak gosong. Supaya waktu dibalik adonan tidak terbelah tips saya gunakan golok dibagian bawah spatula dibagian atas. jepit kedua sisi balik perlahan
.
6. goreng sampai bagian lainnya matang. Intip sesekali supaya tidak terlalu gosong.
.
7. Tiriskan diatas piring, gunakan tisu dapur dengan menekan perlahan fuyunghai agar minyak terserap
.
8. Sementara itu kita buat sausnya dengan menumis bawang putih dan tomat dengan 2 sdm minyak. tunggu hingga tomat mulai mengeluarkan air
.
9. Tambahkan air dan saus tomat aduk rata dengan api kecil
.
10. Tuang larutan maizena. Aduk rata hingga mengental matikan api. Siram diatas fuyunghai
.
Resep dari Riska - cookpad(dot)com
.
#resep #resepmasakan #resepmakanan #resepyummy #resepdapur #resepmasakanindonesia #resepmasakannusantara
"Dahulu orang-orang jahiliyah biasa makan beberapa macam makanan dan meninggalkan beberapa makanan karena jijik. Kemudian Allah Ta'ala mengutus Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam dan menurunkan Kitab-Nya, serta menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Maka apa yang Allah halalkan adalah halal, apa yang Allah haramkan adalah haram, dan apa yang Allah diamkan maka hukumnya dimaafkan." Kemudian Ibnu Abbas membaca ayat: '(Katakanlah: "Aku tidak mendapatkan dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan…) ' (Qs. Al An'aam: 145) hingga akhir ayat."
- HR. Abu Daud
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam al-Bukhari Rahimahumullahu Ta’ala dari sahabat mulia Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, #Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menyebutkan ciri #walimah #pernikahan yang paling #buruk. Hendaknya kita memperhatikan riwayat ini, agar #makanan yang kita hidangkan dalam walimah nikah tidak tergolong dalam seburuk-buruknya hidangan.
.
“Makanan yang paling buruk adalah makanan dari pesta walimah yang tidak diundang di dalamnya orang yang mau datang kepadanya (#orangmiskin), tapi diundang orang yang engggan datang kepadanya (#orangkaya). Barang siapa tidak memperkenankan undangan, sesungguhnya telah #durhaka kepada #Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.”
.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ini, makanan yang paling buruk dinisbatkan pada hidangan walimah yang hanya mengundang orang kaya. Padahal, orang kaya sudah terbiasa mengonsumsi makanan enak dan sangat jarang merasa puas dengan hidangan makan yang disediakan dalam walimah pernikahan yang dia hadiri.
Sebaliknya, dalam walimah tersebut tidak mengundang orang-orang miskin, padahal mereka sangat menghajatkan makanan yang #enak dalam pesta walimah karena jarang mengonsumsinya. “Seburuk-buruk makanan ialah makanan (walimah) yang hanya mengundang orang-orang kaya, tetapi meninggalkan orang-orang miskin.”
.
Senada dengan hadits pertama, hadits kedua yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari menyebutkan bahwa semewah apa pun makanan yang dihidangkan dalam sebuah walimah pernikahan, jika hanya mengundang orang-orang kaya dan tidak melibatkan orang-orang miskin, maka makanan tersebut disebut oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebagai seburuk-buruknya makanan.
Dua hadits yang mulia ini hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi sebagian kita. Islam sebagai agama yang mulia benar-benar mengatur seluruh persoalan yang dihadapi oleh umat manusia. Bahkan dalam hal walimah pernikahan, #Islam memberikan panduan yang sangat jelas, manusiawi, dan sesuai dengan norma-norma kebaikan yang terkandung dalam masyarakat.
.
.
.
IG : @islam_nasehat
Blog : www.islam-nasehat.tk
"Apakah kamu mempunyai makanan?" kami menjawab, "Tidak." Beliau bersabda: "Kalau begitu, saya akan berpuasa." Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, "Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju)." Maka beliau pun bersabda: "Bawalah kemari, sungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa."
(HR. Muslim: 1951)
"Sesungguhnya di dalam surga itu ada sebuah kamar yang bagian luarnya dapat terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar." Lalu Abu Musa Al Asy'ari bertanya: "Wahai Rasulullah, ia diperuntukkan untuk siapa?" Beliau menjawab: "Untuk orang yang lemah lembut tutur katanya, yang memberikan makanan, dan yang melaksanakan qiyamullail (shalat malam) saat manusia tertidur lelap."
(HR. Ahmad: 6326)
"Seorang hamba sahaya berhak untuk mendapatkan makanan dan pakaiannya, janganlah dia dibebani dengan pekerjaan di luar kemampuannya."
(HR. Ahmad: 7061)